Membuat Blog hingga Siap Monetisasi
About Lesson

Off-page SEO berkaitan dengan tautan yang kita dapat dari website lain (backlink). Google menganggap bahwa jika konten kita banyak dicantumkan di website lain, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa konten kita berkualitas – seakan orang lain merekomendasikan konten kita pada audiens mereka. 

Praktik mengumpulkan backlink ini disebut dengan link-building. Namun, sebelum membahas beberapa metode link building yang umum, pastikan Anda memahami istilah-istilah berikut:

  • Anchor text
    Teks yang ditautkan ke sebuah halaman tertentu di suatu website. MIsal, link ini akan membawa Anda ke halaman utama Niagahoster. Kata “link ini” adalah bagian yang disebut dengan anchor text.
  • Internal link
    Ini adalah link yang diarahkan ke konten lain yang juga ada di Website Anda. MIsal, Anda membuat konten blog tentang tips fashion saat Ramadhan. Di salah satu paragraf, Anda membubuhi link yang diarahkan ke tips fashion saat musim hujan.
  • External link (outbound link)
    Berbeda dengan internal link yang mengarahkan ke konten di website Anda, external link lebih diarahkan ke konten di website lain.
  • Backlink (inbound link)
    Hal ini berarti ada website lain yang menautkan konten kita di bagian konten mereka. Sederhananya, Anda menerima link dari website lain. Jenis inilah yang menjadi fokus utama off-page SEO.

3 Metode Link Building Pemula

Perlu diingat bahwa, tidak seperti on-page SEO, kita memiliki sedikit kontrol atas teknik SEO off-page karena keputusan pemberian link ada di tangan pemilik website terkait. Berikut adalah tiga cara untuk memulai proses link-building Anda:

1. Link outreach

Sederhana saja, Anda menghubungi pemilik website yang Anda targetkan agar mereka mau memberikan backlink. Alih-alih hanya meminta bantuan, Anda bisa coba menawarkan sesuatu sebagai timbal balik, seperti mempublikasikan konten mereka di social media Anda atau membuat konten yang lebih baik dari backlink yang mereka berikan ke website lain.  Pastikan Anda melakukannya dengan sopan dan tidak memaksa. 

2. Guest blogging/posting

Dalam hal ini, Anda mempublikasikan konten di website orang lain dan di konten tersebut Anda bisa menyisipkan link ke konten yang sedang dioptimasi. Banyak blog dan website menerima konten tipe ini. Anda bisa mengetikkan di Google kata-kata seperti “[topik konten Anda] write for us”, “[topik konten Anda] guest posting”, dan semacamnya. Anda juga bisa jadikan ini sebagai penawaran pada metode outreach, terutama pada website yang tidak mencantumkan bahwa mereka menerima guest posting.

3. Paid promotion

Anda bisa mengiklankan konten Anda menggunakan layanan iklan seperti Facebook dan Google. Perlu ditegaskan bahwa tujuan metode ini adalah agar konten Anda dilihat banyak orang. Dengan demikian, ada kemungkinan jika orang yang Anda target akan membawa backlink dari platform mereka. 

Apapun metodenya, pastikan bahwa Anda menargetkan website yang relevan dengan topik konten Anda sendiri – tidak sebatas menghubungi segala macam website. Konten yang Anda tawarkan untuk ditautkan bisa berupa blog post, infografis, halaman penawaran produk, dan sebagainya tergantung konteks yang sedang Anda upayakan. 

Pastikan juga bahwa konten Anda harus berkualitas – menyediakan informasi dan atau solusi. Pemilik website lain bisa jadi menolak bukan karena mereka tidak mau tapi karena mereka merasa konten Anda kurang baik. Terlebih, bisa jadi orang lain dengan sendirinya memberi backlink karena merasa terbantu dengan konten Anda.

0% Complete